PENANDATANGANAN PERJANJIAN INVESTASI ANTARA PT VERITRA SENTOSA INTERNASIONAL (TRENI) DENGAN PT INFO MEDIA DIGITAL (TEMPO.CO)


Jakarta 08 Agustus 2018,
 Setelah baru saja mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia pada 22 Mei 2018 sebagai Penyedia Jasa Sistem Pembayaran untuk Uang Elektonik (e money service based), PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI) atau dikenal dengan brand PAYTREN pada semester kedua tahun 2018 semakin gencar masuk ke dalam industi platform digital, melalui Kerjasama Investasi dengan  PT Info Media Digital (TEMPO.CO) yang merupakan pengelola portal web berita dan platform digital dengan alamat website www.tempo.co. PAYTREN mendukung untuk membantu bersama-sama mengembangkan bisnis TEMPO.CO untuk menjadi media yang menyajikan berita dan informasi yang terpercaya dan mudah diakses oleh masyarakat.

Investasi PAYTREN kepada IMD seluruhnya sebesar Rp 27.300.000.000 (dua puluh tujuh miliar tiga ratus juta rupiah) dengan membeli 152.881 lembar saham atau setara dengan 5%. Kerjasama Investasi antara PAYTREN dengan TEMPO.CO disepakati dengan itikad baik dan secara jujur dan akan mematuhi sepenuhnya prinsip-prinsip Independensi media serta Good Corporate Governance (GCG) dan/atau Etika Bisnis.

Penandatanganan Kerjasama investasi dilaksanakan tepat bersamaan dengan agenda Seminar Perkembangan Financial Technologi (Fintech) Indonesia tentang transformasi digital sektor fiansial pada tanggal 08 Agustus 2018 yang berlokasi di Gedung Tempo. Seminar tersebut mendatangkan narasumber ahli dibidang Fintech yaitu Alexander Rusli (Co Founder Digi Asia), Pungki Wibowo (Kepala Departemen Elektronifikasi & Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia), Y Tomi Aryanto (Direktur Bisnis Tempo.Co) dan Ust Yusuf Mansyur (Founder Paytren).

PELUNCURAN REKSADANA SYARIAH “PAM SYARIAH CAMPURAN DANA DAQU”

Alhamdullillah tgl 29 Juli 2018 PAM kembali meluncurkan reksadana syariah baru, yaitu : PAM Syariah Campuran Dana DaQu.

Dana yg terkumpul dalam RDS DaQu ini akan dikelola / dibelikan saham syariah dan sukuk, dicampur dg komposisi tertentu.

Dari sisi risiko investasi, RDS DaQu ada di antara RDS Safa dan RDS Falah

Cocok utk tujuan investasi minimal 2 – 3 tahun

Sama dg RDS Safa dan RDS Falah, RDS DaQu ini tetap bisa dibeli dan ditarik kapan saja, melalui sistem reksadana online PayOR.

RDS DaQu ini memiliki benefit tambahan, dari dana yg bapak/ibu titipkan selain dikembangkan, ada porsi sebesar 1% pertahun yang dialihkan ke PPPA Daarul Qur’an.

Jadi selain bapak/ibu berinvestasi sesuai tujuan nilai yg ingin Bapak/Ibu capai, ada nilai sedekahnya utk mendukung pengembangan dan dakwah PPPA Daarul Qur’an.

PPPA Daarul Qur’an adalah lembaga pengelola sedekah yang berkhidmad pada pembangunan masyarakat berbasis tahfizul Qur’an yang dikelola secara profesional dan akuntabel.

Bagi yang sdh punya SID (Single Investor Identification) Number sdh mulai bisa pesan beli RDS DaQu via PayOR, minimal Rp 100ribu dan akan dibukukan bersama-sama saat penerbitan nab awal Rp 1,000,- per unit di tanggal 1 Agustus 2018 mendatang.

Segera miliki reksadana syariah DaQu utk melengkapi produk investasi Bapak/Ibu melalu :
https://payor.paytren-am.co.id

Pertanyaan lebih lanjut bisa WA ke nomor hotline
PT PayTren Aset Manajemen
0822 58888 214

TESTIMONI IBU EVA YULIANI

Assalamualaikum, Wr, Wb.

Berikut kami lampirkan Testimony Ibu Eva Yuliani ahli waris dari alm.Ibu Umroh TN0230562 penerima manfaat dana klaim Proteksi Mitra (ProMitra)
Sebesar Rp.25.000.000,-

Kutipan Testimony dari ibu Eva Yuliani:
“Assalamualaikum Wr. Wb
Saya Eva Yuliani ahli waris dari Ibu UMROH TN0230562 terima kasih PayTren dan ASYKI yang telah bekerjasama.
Alhamdulillah berkat Dana Pertolongan ProMitra PayTren kami sekeluarga sangat terbantu dan berguna bagi kami sekeluarga. Semoga PayTren dan ASYKI semakin sukses,jaya,penuh keberkahan dan pertolongan ALLAH SWT .
Aamiin ya robbal alamin. Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb”

Terimakasih untuk perhatian dan kerjasamanya,

Wassalamualaikum, Wr, Wb.

MENUNGGU DAN MENEMUI

Kegiatan saya, sebagai PayTren 1, hehehe, praktis adalah kegiatan lobying. Meeting meeting. Ketemu ketemu. Sama orang2 penting negeri ini. Dan sama orang2 berpengaruh negeri ini.

Dan itu, tiap hari. Sebab irisannya, banyak. Baik terkait dengan regulasi, kebijakan, peraturan, hingga kemudian ke pengembangan dan kerjasama2 bisnis. Dalam dan luar negeri.

Atas nama 2jt warga PayTren, dan ratusan karyawan. Dengan ekosistem warga&karyawan yang banyak sekali bilangannya. Saya mau melakukan hal ini. Karena Allah. Dengan Izin Allah. Dan kemudian manfaatnya, kita semua berdoa, agar diperluas dan diperbesar, untuk seantero jagad manusia dan makhluknya Allah.

Saya tau. Pak Hari, sbg Man Behindnya PayTren, malah lebih lagi ketimbang saya. Sebab masih harus melakukan hal2 teknis.

Btw…

Menunggu dan Menemui.

Dua pekerjaan yang sungguh engga saya banget. Bukan guwe banget.

Saya DNA nya, ditunggu dan ditemui. Hehehe

Namun semua harus tawadhu’. Harus sadar posisi. Harus bersyukur dan mensyukuri positioningnya. Sehingga tidak timbul bosan, letih, dan malesnya. Pekerjaan ini, adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan ikhlas.

Hari ini, Kamis, 18 Jan 2018, saya seperti hari2 sebelumnya. Menemui dan Menunggu. Yakni menemui dan menunggu orang paling berpengaruh di negeri ini. Plus 1-2 layer di bawahnya. Dan orang2 di sekitarnya.

Lompat sana. Lompat sini. Pindah sana. Pindah sini. Menyesuaikan berkali2. Hingga malah tak enak sendiri dengan ring 1 nya, sebab koordinasi serasa hampir tiap saat, berubah.

Namun saya masih harus setia dengan menunggu dan menemui.

Ya. Senjatanya, cuma sabar, ga bawel, tau diri, tau rasa, bahwa yang berkepentingan adalah kita, ga memaksa. Hingga bahkan, saat tengah malam nanti, diputuskan: “Kita coba besok ya Pak Ustadz…”, maka menunggu dan menemui, ga boleh menjadi hal yang males untuk dilakukan. “Ah, ntar kayak kemaren2.”

Ga boleh.

Tapi… Sebagaimana biasa juga… Sungguh saya lbh merasa ga adil. Sudah segitunyakah saya dengan Allah?

Menunggu-Nya, dan Menemui-Nya?

Effort menunggu dan menemui-Nya, seperti saya menunggu dan menemui Yang Kuasa?

Saya tau jawabannya. “Rasanya engga.”

Bahkan pada masjid dengan jarak terdekat saja, saya engga keliatan ada usaha untuk berkorban mencapai-Nya, menunggu-Nya, dan menemui-Nya.

Bahkan, u/ dhuha dan tahajjud, another grand meeting, dengan Yang Memegang Segala Izin dan Opportuniti Bisnis, saya pun tidak menyediakan waktu, perhatian, tenaga, dan konsentrasi terbaik.

“Jika sempat.”

Begitu judulnya.

Ah… Manusia…

Ga ngerti posisi dan kedudukan di mata Allah. Tapi tau jika antar-manusia. Ampun.

Bila pekerjaan menunggu dan menemui ini, tidak bisa jd ibadah, dan jika tidak melihat kepentingan dan kebaikan seluruh keluarga besar PayTren: karyawan dan pengguna, niscaya saya sudah balik kanan. Dan memilih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih keliatan daripada menunggu dan menemui.

Triring doa dan kebaikan buat semua karyawan dan pengguna PayTren.

Sesungguhnya, siapapun kegiatannya tiap hari, adalah: menunggu dan menemui.

Tinggal siapa yang ditunggu olehnya? Dan siapa yang ditemuinya.

Salam.

Yusuf Mansur.

TOKOH EKONOMI SYARIAH INDONESIA YANG VISIONER DAN KOMITMEN

Agus DW Martowardojo – Tokoh Ekonomi Syariah Indonesia yang Visioner & Komitmen

Di ajang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017 ini, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo meraih penghargaan sebagai Tokoh Ekonomi Syariah dalam ajang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2017. Biografi Agus bisa ditelusuri dari dunia kerjanya yang tak lepas dari studi kuliahnya. Pria lulusan UI ini memulai karier sebagai pegawai hingga direktur bank. Puncaknya, ia menjadi menteri keuangan dan gubernur Bank Indonesia. Agus Dermawan Wintarto Martowardojo biasa dipanggil Agus lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari1956. Meski lahir di luar negeri, Agus menyelesaikan masa sekolahnya di Jakarta.

Agus Martowardojo sekolah di SD Budi Waluyo, SMP Pangudi Luhur, dan SMA Pangudi luhur Jakarta. Setelah itu, ia melanjutkan ke Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil meraih gelar sarjana ekonomi pada usia 28 tahun. Dalam pendidikan ini, Agus juga meneruskan kuliahnya bidang perbankan di State University of New York dan Stanford University di Amerika, lantas melanjutkan ke Institute Banking & Finance di Singapura.

Agus memulai kariernya pada usia 28 tahun di perbankan sebagai Officer Development Program (ODP) di Bank of America, sebagai International Loan Office. Kariernya terus menanjak, pada akhirnya Agus berkerja di Bank Niaga sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Surabaya dan Jakarta.

Pada tahun 1994, ia menjadi Deputy Chief Executive Officer Maharani Holding. Setelah itu ia kembali ke dunia bank menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bumiputera. Ia berpindah lagi, kali ini ke bank plat merah. Dia didaulat sebagai Direktur Bank Mandiri pada usia 54 tahun dan menjabat dari tahun 2005 hingga tahun 2010.

Setelah tidak menjabat sebagai direktur utama Bank Mandiri, pada tahun 2010, ia diangkat menjadi menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pada Maret Tahun 2013, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2013-2018.

Dalam sambutannya ketika menerima Penghargaan sebagai Tokoh Ekonomi Syariah yang diberikan oleh Boy Thohir ini, Agus menjelaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah lama dilaksanakan. Dalam amandeman UU Perbankan pada 1998 sudah terdapat komitmen untuk menumbuhkembangkan ekonomi syariah. Komitmen juga terlihat dalam UU No 21 Tahun 2008 yang mengesahkan UU Perbankan Syariah. Kemudian UU Nomor 19 Tahun 2008 mengesahkan UU Surat Berharga Syariah Negara.

Dan ini adalah bentuk komitmen untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia ditindaklanjuti seluruh pegiat ekonomi syariah sehingga kita bisa berkembang seperti sekarang ini. Bank Indonesia, menurut Agus, telah memiliki roadmap perbankan syariah yang salah satunya dimotori oleh Muliaman D Hadad yang saat ini menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Penghargaan ASR 2017 yang diberikan Republika memberikan kepada pelaku ekonomi syariah dinilai sebagai satu hal yang membanggakan untuk bisa membawa ekonomi syariah seperti sekarang ini.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki ruang pengembangan ekonomi syariah yang maish sangat luas. Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor produk halal nomor empat terbesar di dunia. Hal itu menjadi potensi ekonomi yang harus diambil oleh bangsa sendiri. Agus berharap agar Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pasar untuk masyarakatnya sendiri, serta berkomitmen untuk mengekspor produk-produk halal ke luar negeri. “Indonesia masih terus menjadi pangsa pasar bagi produk-produk halal seperti makanan, kosmetik, obat-obatan, tourism dan fashion. Mari kita bersama berniat mengembangkan ekonomi syariah ke depan,” ungkap Agus dalam sambutannya yang diberi aplaus oleh para hadirin.

Bank Indonesia merasa terpanggil bersama lembaga-lembaga terkait seperti Kementerian Keuangan serta Kementerian Agama berniat mengembangkan ekonomi syariah lebih luas dan lebih besar ke depan.

Pemerintah telah membentuk Komite Naisonal Keuangan Syariah (KNKS) dan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu menunjukkan komitmen kementerian dan lembaga dalam memajukan ekonomi syariah. Dalam tiga tahun terakhir, Bank Indonesia sudah membangun Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS). Agus melihat inisiatif-inisiatif yang dijalankan DEKS sejalan dengan KNKS.

DEKS mengembangkan tiga pilar utama antara lain pendalaman pasar keuangan syariah, pengembangan ekonomi syariah termasuk di dalamnya mengembangkan halal value chain dan ekonomi pondok pesantren, serta assesment risiko dan edukasi ekonomi syariah. “Dengan ketiga pilar itu diharapkan ke depan kita bisa melihat perkembangan ekonomi syariah lebih baik,” tambah Agus lagi.

Melalui sinergi kementerian/lembaga dan industri syariah, perkembangan ekonomi keuangan syariah akan lebih cepat dengan menjalankan dua pilar. Keduanya yakni sektor keuangan komersial syariah dan sektor keuangan sosial syariah. “Keduanya akan menjadi dasar untuk kita bisa mengembangkan ekonomi syariah lebih baik, lebih terukur dan ekonomi yang akan menjadi pendamping yang baik dari pengembangan ekonomi konvensional,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Agus mengajak kepada semua kalangan untuk berkomitmen dalam mengembangkan ekonomi syariah ke dewan. Sehingga akan membawa Indonesia menjadi maju, makmur dan berkeadilan.