Mulailah Bebajikan Walau Kecil

Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air.

Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran, “Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?” “Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan, “Jawab si kecil itu.

“Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya,” Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. “Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar,” Lanjutnya penuh ragu.

Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.” kemudian dengan tersenyum pada lelaki tua itu, ia berkata “Aku membuat perubahan untuk satu hal. Satu Tindakan Sebuah kebaikan yang sederhana dapat membuat sebuah perubahan untuk keluargamu, temanmu, bahkan untuk wajah wajah asing yang kadang tidak kita kenal”. Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.” Kata si kecil itu.

Pesan Moral : kadang kadang, kita selalu merasa tidak bisa berbuat apa apa seperti layaknya anak kecil itu, namun walaupun itu cuma tindakan kebaikan sederhana, tapi membuat begitu banyak perbedaan untuk Bintang laut itu sendiri

Ketika anda memberikan sedikit senyuman untuk orang lain, baik itu keluarga anda, teman anda ataupun orang asing yang anda temui, anda telah membuat perbedaan besar bagi mereka.

Tindakan kecil yang sederhana dapat membuat perbedaan besar kepada seseorang yang sedang membutuhkan. Menyelamatkan Bintang laut adalah sedikit aksi yang membuktikan kebenaran itu

Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil.

“Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberkati dalam hal-hal besar.”

Harga Sebuah Kesuksesan

> Bisa bebas waktu. Lebih banyak waktu dengan anak, istri, suami dan keluarga.
> Bebas untuk memberi manfaat kepada sesama kapan saja dimana saja.
> Bebas belajar apa saja, kapan saja dan dimana saja.
> Bebas Ibadah.. Mau sholat di masjid manapun tinggal tunjuk.

Inilah DOA, harapan dan DREAM besar kita semua ketika memutuskan untuk bergabung dengan Paytren Ustadz Yusuf Mansur.

Dan DOA pasti akan sampai kok, ini sudah janji Allah swt, tinggal kita siap apa tidak. Kalau nggak siap bisa repot
smile emotikon.

Namun sekali lagi ada HARGA yang harus dibayar saat ini. Ada konsekuensi dari sebuah MIMPI BESAR.

Ada istilahnya JAMU Godogan/ Rebusan yang harus kita minum. Ada kepahitan bahkan kegetiran yang wajib kita telan dengan ucapan syukur. Sebab akan ada masanya tubuh sehat dan prima selepas minum jamu pahit.

Alkisah….

Tahun 2010an saya memutuskan untuk Sedekah motor butut tahun 2004. Kalau ukuran tahun 2010an motor butut itu masih tergolong buagus. Meski butut bukan main cintanya ane ke motor itu. Sebab motor butut itulah yang menemani perjalanan karier saya saat itu.

Istri ane sempat tidak setuju bahkan marah2 malahan. Gimana tidak sebab motor itulah yang juga menemaninya jalan-jalan, belanja di warung, arisan dan aktifitas lainnya.

Beraat banget menyedekahkan si motor butut, sebab memang sebenarnya ane sayang banget. Tetapi barangkali inilah saatnya saya belajar arti kehilangan dengan harapan menjadi wasilah perubahan hidup yang lebih baik.. Secara memang saat itu kondisi perekonomian kami sedang kacau..

Buat saya nggak ada masalah hidup prihatin sebab sudah biasa. Kerja membawa bekal nasi plus tempe, kemudian naik angkot menuju kantor, sekali lagi gak ada masalah, meskipun jujur lumayan sensasional.

Tapi manusiawi ketika ane sedih banget melihat keadaan istri saat itu. Ane ngeliat dengan sedih selepas motor butut kami sedekahkan, yaitu saat istri saya kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda onthel padahal saat itu sedang hamil.

“Papa sih, motor atu2nya malah disedekahin. Kalau ada apa2 dengan jabang bayi ini, Ini salah Papa..!”

Yaaah begitulah.. Rumit kadang kalau dipikir. Saking mengharu birunya kadang tak terasa mata berkaca-kaca.

Hanya orang2 yang sudah melakukan dan mengalamilah yang bisa merasakan betapa belajar KEHILANGAN itu memang butuh ketangguhan. Betapa belajar IMAN itu butuh pembuktian.

Pada akhirnya….

Tidak butuh waktu lama untuk perubahan nasib, dimulai dari ketulusan untuk belajar arti IMAN. Hanya kurang lebih 1 tahun pada akhirnya grafik hidup merangkak naik.

Motor butut yang kami paksakan untuk disedekahkan sebagai wasilah belajar yakin dan percaya kepada Allah swt menunjukkan akselerasinya.

Karier saya saat itu melejit dari Sales menjadi Manager. Penghasilan saya saat itu meroket ribuan persen. Motor butut diganti dengan motor baru, mobil, rumah dan aset lainnya. Amazing…!

Hikmah

Sekali lagi kesuksesan membutuhkan pengorbanan. Ada harga, ada konsekuensi yang pada awalnya kudu kita tanggung. Ada kepahitan bahkan kegetiran yang harus kita telan dengan ucapan syukur. Ini seperti hal yang wajib sebagai bagian dari POLA kesuksesan.

Kita maunya kesuksesan itu berjalan sesuai keinginan kita, mana bisa begitu..??.

Tetapi DIA Yang Maha Berilmu punya cara tersendiri, untuk mengajari hamba-hamba_Nya agar ke depan menjadi lebih TANGGUH. Sebab ketangguhan inilah prasyarat kepantasan bagi sebuah karunia besar.

So…..
Siap-siap menelan kepahitan, sebelum satu juta kiri dan kanan bisa teraih. Jangan kuatir, sebab kepahitan itu kita telan bersama-sama, sehingga kesuksesan juga bisa kita raih bersama-sama pula

Wallahu A’lam

Salam
“Kampung Paytren Nusantara”

Kampung Paytren Community, disinilah kita semua belajar!

> Belajar memiliki KETANGGUHAN, kesabaran dan keikhlasan. 
> Belajar KEYAKINAN, optimis dan positif. 
> Belajar berbisnis sekaligus belajar berbagi dan memberi arti. 
> Belajar leadership/ kepemimpianan dalam tindakan nyata. 

Kita belajar segala KEBAIKAN dalam satu wadah “Komunitas Kampung Paytren”

-> Visit our Official Website : www.kampungpaytren.com
-> Kampung Paytren Nusantara : www.tim.kampungpaytren.com
-> Official Fanspage https://www.facebook.com/abtreni/

REZEKI DIDALAM BATU

REZEKI DIDALAM BATU
Bismillahirrahmanirrahim….
Hai Sobat semua,
Dalam QS.Hud (11): Ayat 6 “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang menanggung rezekinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya semuanya tertulis dalam Kitab yang Nyata (Lauhul Mahfuz)
Kisah Nabi Musa a.s yang diperintahkan oleh Allah untuk membelah sebuah batu lapisan demi lapisan. Pada lapisan ke 7 itu Nabi Musa a.s menemui seekor ulat ada didalam batu tersebut dan sedang memakan daun yang segar. Nabi Musa a.s mendengar ulat tersebut bertasbih
“Aku yakin Allah Maha Melihat, Allah Maha Mengetahui dimana aku berada, Dia yang memeberi rezki kepadaku, Dia tidak pernah lupa padaku”
Pada tahun ini sampai dengan bulan ini lebih dari 5 temanku sudah mengundurkan diri (Resign)/Pensiun dari sebuah perusahaan yang orang bilang “Bonafit”. Mulai dari tingkatan buruh sampai dengan staff. Sering saya menasehati temen-temen kerja ditempat kerja kalo “Mencari rezeki Allah itu bukan Cuma di perusahaan ini saja, tapi di setiap suduh belahan bumi ini Allah persembahkan untuk kita sebagai tempat mencari karunia-Nya, yang penting kita mau berusaha. Melihat kembali 5 temen yang resign tersebut apa yang mereka dapatkan setelah resign “Nothing” hanya mendapatkan ungkapan T yaitu terimakasih.
Melihat dari kondisi tersebut sangatlah menyedihkan, mau bekerja berpuluh-puluh tahunpun tetep saja yang didapatkan adalah ungkapan T tersebut. Tetapi masih beruntung mereka yang resign atau pensiun tersebut punya usaha yang akan mereka lakukan.
Coba anda bayangkan “bekerja berpuluh-puluh tahun” adakah anda mendapatkan Royalti dari perusahaan tersebut. Gak ada!!!! Kecuali bagi mereka yang mempunyai saham.
Disinilah Uts. Yusuf Mansur mendapatkan ide yang diberikan oleh Allah untuk Mendirikan PAYTREN. Anda menanam saham sendiri kemudian anda mengembangkannya sendiri, bekerja keras, kemudian di Paytren mengajarkan kita untuk Berbisnis dengan cara bisnis Langit tentu akan menjadi lebih berkah Insya Allah.
Coba anda hitung ketika anda memutuskan kerja puluhan tahun kemudian anda juga bekerja keras di Paytren tentu royalty yang anda terima dari Paytren akan sangat banyak sekali.
DI Group PMT (Paytren Millionaire Team) saya menemukan banyak Bapak-bapak, Ibu-ibu rumah tangga menghasilkan jutaan Rupiah perminggu hanya menjalankan bisnis dari rumah tanpa harus meningglakan rumah.
Dari sinilah kita mengambil pelajaran dari Ulat Tadi, Kita yang tidak memiliki banyak waktu luang, hanya memiliki waktu luang dirumah saja (IBARAT ULAT DALAM BATU), ini yang banyak dilakukan oleh temen-temen internet Marketing salah atunya adalah PAYTREN.
Jangan Pernah Menyerah, Berbisnislah dengan cara “MARKETING LANGIT”

Al Wepo
Salam Sukses Berjamaah